Online marketing

p_internet_network_marketing

Internet Network Marketing


Tidak ada yang abadi di dunia ini, segalanya berubah, dan memang perubahan adalah kepastian, keniscayaan, dan bila kita tidak mengikuti perubahan, zaman yang akan menggilas.

 
Memahami perubahan bukanlah perkara yang mudah, karena pola pikir kadang enggan berubah, apalagi bagi mereka yang sudah berada pada kemapanan, perubahan di anggap tidak ada. Namun bagi mereka yang belum mapan, maka segala daya upaya digunakan agar terjadi perubahan. Menghentikan perubahan karena kemapanan akan berakibat fatal, lebih fatal daripada resiko terburuk yang pernah kita pikirkan.

 
Perubahan bukan berarti menghapus total yang lama dan mengganti semua dengan yang baru, yang diperlukan adalah pemahaman kembali bahwa kehidupan ini adalah mengenai manusia, tentang ekonomi, keuangan, modal, dan valuta yang merupakan produk dari pemikiran manusia. Jangan sampai karya manusia justru membuat susah manusia. Perlu pemikiran kembali, dan perlu perubahan paradigma.
 

Begitu pula halnya dengan industri Network Marketing, industri ini memiliki 5 tahap dalam perkembangannya. Setiap tahap memiliki metode dan cara-cara yang berbeda seperti berikut ini:
 

Tahap I :

Pintu Awal untuk fase Penjualan. Tahap ini dikenal dengan istilah Penjualan Langsung (Dirrect Selling), tidak ada yang perlu diperdebatkan, semua bisnis dunia sudah menggunakannya.

 
Tahap II :

Mengadakan pertemuan di rumah (Home Meeting), pertemuan di hotel, pertemuan di cafe, dll. Cara ini adalah salah satu cara yang paling disukai untuk mejalankan bisnis MLM di Indonesia dalam waktu 10 tahun belakangan ini.

 
Tahap III :

Memahami bagaimana menggunakan Alat Bantu yang akan diberikan kepada calon pelanggan, contohnya seperti dvd/cd, paket informasi, telepon, sms, dll. Cara ini tentu saja terdengar sangat akrab bagi kebanyakan Networker Indonesia, dan masih digunakan sampai detik ini.

 
Tahap IV :

Mulai menggunakan Internet dan Website. Cara ini telah mulai dilakukan di negara-negara maju seperti AS, Australia, Inggris, dll. Tujuan utamanya adalah sebagai sistim alat bantu yang memiliki kekuatan mensponsori prospek tanpa ada lagi rasa takut, sehingga menambah tingkat produktifitas jaringan distributor. Namun di Indonesia dan beberapa tempat lainnya belum memiliki sistem canggih seperti ini, padahal kita memiliki potensi besar dengan sistim seperti ini.

 
Tahap V :

Ini adalah sesuatu yang benar-benar akan merubah jalan dan cara orang mengambil peluang di industri MLM. Tahap ini bekerja dengan cara menarik (attraction) target pasar yang tepat dengan metode memberikan kepada orang-orang akses informasi yang berguna secara gratis. Namun sekali lagi, di Indonesia sangat jarang bahkan belum ada yang memiliki sistem canggih seperti ini. Mike Dillard adalah seorang pria yang secara harfiah memulai revolusi baru ini di Amerika, lalu diikuti oleh orang-orang seperti Ann Sieg, Daegan Smith, Paul Birdsall, Joe Schroeder, Dale Calvert, dll.

 
Ke lima tahap ini secara harfiah adalah gelombang baru untuk membangun MLM di semua Negara, dan kesuksesan sejati dijamin Anda peroleh jika dilakukan dengan cara yang benar dan profesional.

 
Bagaimana caranya agar Anda bisa menciptakan pasar Network Marketing baru yang sudah berkembang kurang lebih selama 2 dekade di Indonesia?

Tentu saja dengan mengkombinasikan Tahap III dan Tahap IV yang memberikan efektifitas dan kemudahan seperti:

 
– Anda tidak harus terus-menerus keluar rumah untuk bertemu calon prospek.

 
– Target Pasar sangat luas, Anda bisa menjangkau hingga seluruh Indonesia dan dunia.

 
– Bisa Anda dijalankan dari mana saja.

 
– Tidak harus memaksakan mengadakan seminar untuk merekrut.

 
– Anda tidak perlu takut-takut lagi ditolak calon prospek.

 
– Hanya bermodal komputer dan koneksi internet.

 
– Anda bisa menghemat Waktu dan Biaya.

 
– Dll

 
Perkembangan teknologi dan internet di Indonesia akan menjadi sangat luar biasa maju dalam beberapa tahun ke depan, membangun Internet Network Marketing akan menjadi tren yang sangat pesat, jauh melebihi MLM model konvensional

Baca Selengkapnya