lazada

Kekuatan Cinta

article-2325450-19CEC1B9000005DC-596_634x637

 

Dikisahkan, seorang wanita cantik baru saja menikah dengan seorang pria yang sangat dicintainya. Setelah menikah, wanita itu tinggal serumah dengan ibun mertuanya. Ternyata, banyak ketidakcocokan diantara keduanya. Sang mertua selalu tidak berkenan dengan apa saja yang dilakukan menantunya. Kritikan – kritikan tajam dan omelan selalu muncul dari mulut sang ibu mertua. Adu mulut pun terjadi hampir setiap hari. Parahnya,sang suami tidak mampu berbuat apa – apa atau sikap ibunya tersebut.

Sang menantu tak tahan lagi, hatinya sakit sekali dan dipenuhi dengan rasa benci yang mendalam. Lalu pergilah ia menemui teman baik ayahnya, seorang penjual obat. Sambil menangis, diceritakanlah semua kisah sedi dan sakit hati yang dideritanya selama ini. “jadi, tolong paman, beri saya bubuk racun yang ampuh untuk membalaskan dendam saya”, pinta wanita itu. Setelah berfikir sejenak, paman penjual obat itu tersenyum bijak sambil mengangguk – angguk. “Paman akan berikan bubuk beracun, tetapi engkau harus sanggup memenuhi persyaratan yang paman minta”, kata si paman. Wanita itu mengangguk setuju.

Si paman kemudian memberikan sekantong bubuk ramuan. “Nak, untuk menyingkirkan mertuamu, jangan gunakan racun yang bereaksi cepat. Sebab, nanti orang – orang akan mencurigai kematiannya yang mendadak”, jelasnya. “Karena itu, paman memberimu ramuan yang reaksinya lambat tapi pasti. Campurkan sedikit ramuan ini ke dalam masakan kesukaan ibu mertuamu. Dan ingat, masakan itu harus engkau sendiri yang memasaknya”, lanjut paman si penjual obat.

Sebelum wanita itu pulang, masih pula ditambahkan sejumlah pesan, “Supaya orang tidak mencurigaimu jika meertuamu nanti meninggal, maka kamu harus selalu melayani dengan bersikap baik, menghormati, dan tidak berdebat dengannya. Perlakukan mertuamu layakanya ibumu sendiri”.

Dengan perasaan lega dan senang, wanita itu menurut semua petunjuk si penjual obat. Setiap hari, sang ibu mertua dimanjakannya dengan masakan – masakan yang enak dan dilayaninya dengan sangat baik serta penuh perhatian. Tak terasa empat bulan berlalu dan perubahan besar pun terjadi. Melihat ketekunan, perlakuan, dan perhatian sang menantu, hati ibu mertua pun tersentuh. Keadaan berbalik, ia mulai menyayangi menantunya, bahkan memperlakukannya seperti anak sendiri. Makin hari makin besar rasa sayangnya kepada si menantu. Dihadapan teman – temannya, ibu mertuanya menyatakan rasa bersyukur yang mendalam karena memiliki menantu yang sangat baik hati dan penyayang.

Demi melihat perubahan tersebut, si menantu buru – buru menemui paman penjual obat. “Tolong paman, beri saya obat penawar racun. Setelah saya patuihi nasihat paman, ibu mertua saya berubah menjadis angat baik dan sangat menyayangi saya. Sayapun juga mulai menyayanginya. Saya tidak ingin dia mati oleh racun yang telah saya berikan,” pinta wanita itu.

Paman penjual obat tersenyum. “Anakku, jangan khawatir. Ramuan yang kuberikan dulu, sebenarnya bukanlah racun tetapi sejenis ramuan untuk kesehatan”, kata sang paman. Wanita itu hanya bisa melongo. “Jadi, racun yang sesungguhnya itu ada di dalam pikiran dan sikapmu sendiri terhadap ibu mertuamu. Dan sekarang, semua racun itu telah punah oleh kasih dan perhatian yang kamu berikan padanya”.

Cerita diatas mengajarkan kepada kita, betapa luar biasanya kekuatan cinta atau kekuatan kasih dan atau kekuatan perhatian. Kasih dan perhatian mendatangkan kepedulian, ketulusan, dan kerelaan untuk berkorban demi kebaikan. Kasih dan perhatian mampu melepaskan kita dari belenggu kesalahpahaman, meluluhkan ketidakpedulian, hati yang yang keras, dan pikiran yang penuh kebencian. Kasih dan perhatian itu mendatangkan kedamaian dan merekatkan perbedaan menjadi suatu kedekatan yang menyenangkan. Jika setiap hari kita mau memberikan kasih dan perhatian kepada orang di sekeliling kita, hidup pasti bahagia dan lebih bermakna.

 

Sumber; Wisdom Success by Andrie Wongso

 

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Anti-Spam Quiz: