lazada

Tebing bunga lily

Posted by: Tags: tips afiliasiReply
lily3

Dikisahkan, ditepian tebing yang terjal dan terpencil, tumbuhlah satu tunas bunga lily. Saat tunas bunga lily mulai bertumbuh, dia tampak seperti sebatang rumput biasa. Walau tampak seperti sebatang rumput biasa, si tunas muda itu merasa yakin bahwa suatu saat nanti dirinya akan berubah menjadi bunga lily yang cantik mempesona. Tetapi rumput – rumputliar disekelilingnya menertawakan dan mengejeknya. Bahkan burung – burung dan serangga pun menasehatinya supaya si tunas lily berhenti bermimpi menjadi bunga yang indah. Kata mereka, “Sekalipun kamu bisa mekar menjadi bunga lily yang cantik, tetapi karena kamu berada di tebing yang terpencil, maka tidak ada seorang pun yang akan datang melihat dan menikamti keindahanmu”.

Diejek seperti itu, tunas bunga lily tetap diam. Bahkan ia semakin rajin menyerap air dan memanfaatkan sinar matahari untuk memperkuat pertumbuhan akar dan batangnya. Akhirnya, suatu pagi di musim semi, kuncup pertama pun mulai bertumbuh. Bunga lily merasa senang sekali. Usahanya tidak sia – sia dan hal itu menambah keyakinan maupun kepercayaan dirinya. Bunga lily berkata kepada diri sendiri, “Aku akan mekar menjadi sekuntum bunga lily yang indah. Kewajibanku sebagai bunga adalah mekar dan berbunga. Tidak peduli apakah akan ada orang menikamti keberadaanku atau tidak. Aku tetap harus mekar dan berbunga sesuai dengan jati diriku sebagai bunga lily.

Hari demi hari, waktu terus berjalan. Akhirnya, kuncup bunga lily pun mekar dan menebar bau yang harum di sekitarnya. Kini tampaklah keindahan bunga berwarna putih yng sempurna. Saat itulah, rumput liar, burung – burung, dan serangga tidak berani lagi mengejek atau menertawakan si bunga lily.

Bunga lily pun tetap rajin memperkuat akar dan bertumbuh terus. Dari hanya satu kuntm menjadi dua kuntum buna, berkembang lagi dan terus berkembang, sampai akhirnya tepian tebing pun diselimuti oleh hamparan putih unga – bunga lily yang indah dan  mempesona. Tebing terjal dan terpencil itu pun akhirnya berubah menjadi taman bunga lily yang sangat indah dan menarik hati. Tempat yang semula sepi itu kini dikunungi banyak orang. Baik dari kota maupun dari desa, semua berdatangan untuk menikmati keindahan permadani putih bunga lily tersebut. Akhirnya, tempat itu dikenang banyak orang dan terkenal dengan sebutan tebing bunga lily.

Cerita ini mengingatkan pada kita, bahwa kondisi kehidupan manusia disegala lapisan status sosial, sering juga mengalami penganiaayaan dan penghinaan seperti kisah yang dialami bunga lily.

Saat kita memiliki impian, ide, cita – cita atau apapun yang menjadi keyakinan kita, kadang karena keadaan kita sendiri yang lemah saat ini, memungkinkan orang lain menertawakan, memandang rendah, bahkan menghina kita. Sebenarnya hal seperti itu adalah sebuah fenomena yang wajar saja.

Jangan peduli ejekan orang lain, jangan takut dianggap remeh oleh orang lain, tidak perlu menanggapi semua itu dengan emosi, jengkel, marah, apalagi membenci. Sebaliknya, kita jadikan keraguan dan ejekan tersebut sebagai cambuk untuk memperkuat tekad dan usaha untuk mencapai tujuan. Tetap yakin dan berjuang dengan segenao kemampuan yang ada, buktikan semua mimpi dapatdiperjuangkan menjadi kenyataan.

 

Selaras dengan pepatah yang menyatakan “A great pleasure in life is doing what people say, you cannot do”.  Kepuasan terbesar dlam hidup ini adalah mampu melakukan apa yang dikatakan orang lain tidak dapat kita lakukan.  Menghadapi segala kesangsian dan keraguan orang lain, hanya satu jawabannya: buktikan bahwa kita bisa! Kita mampu! Hanya dengan bukti kesuksesan yang mampy kita ciptakan, maka jati diri kita lambat atau cepat pasti akan diakui, pasti akan diterima.

 

Sumber : Andrie Wongso “Wisdom Success”.

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Anti-Spam Quiz: