lazada

Perbedaan Sistem Direct Selling dengan Sistem Piramida

p_perbedaan_sistem_direct_selling_dengan_sistem_piramida

MLMstats.net – Banyak yang bertanya ke redaksi mlmstats.net apa sih Direct Selling (DS) itu? apa pula yang disebut dengan Sistem Pirmida itu? Pertanyaan semacam ini biasanya ditanyakan oleh calon member atau calon distributor baru. Sebagai seorang leader atau seorang prospek, tentunya Anda juga harus tahu arti dan definisi dari Direct Selling atau penjualan langsung. Artinya menjual barangnya secara langsung dari penjual/perusahaan  ke distributor atau masyarakat. Penjualan langsung artinya tidak ada cabang penjualan, dipajang di toko, dll. Sistem penjualannya (marketingnya) juga langsung misalnya bonus, dll. Sedangkan Sistem Piramida ada salah satu sistem dalam marketing plan di sebuah perusahaan marketing plan.

 

 

 

Beberapa tahun lalu, sistem piramida ini di beberapa negara termasuk Korea dan Australia sempat ditolak karena terbukti berbau money game atau judi, namun di beberapa negara lain justru diperbolehkan karena mendatangkan keuntungan berlipat. Nah bagaimana Anda menyikapinya, kami hanya memaparkan dan menjelaskannya pada Anda sehingga Anda tahu yang dilakukan.

 

No

DIRECT SELLING

SISTEM PIRAMIDA

1.

Sudah dimasyarakatkan dan diterima hampir di seluruh dunia

Sudah banyak negara yang melarang dan menindak perusahaan dengan sistem ini, bahkan pengusahanya ditangkap pihak yang berwajib

2.

Berhasil meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan para anggotanya dari level atas sampai level bawah.

Hanya menguntungkan bagi orang-orang yang pertama atau lebih dulu bergabung sebagai anggota, atas kerugian yang mendaftar belakang

3.

Keuntungan/keberhasilan Mitra Usaha ditentukan dari hasil kerja dalam bentuk penjualan/pembelian produk/jasa yang bernilai dan berguna untuk konsumen.

Keuntungan/keberhasilan anggota ditentukan dari seberapa banyak ybs merekrut orang lain yang menyetor sejumlah uang sampai terbentuk satu format Piramida.

4.

Setiap orang hanya berhak menjadi Mitra Usaha sebanyak SATU KALI saja.

Setiap orang boleh menjadi anggota berkali-kali dalam satu waktu tertentu, menjadi anggota disebut dengan “membeli KAVLING”, jadi satu orang boleh membeli beberapa kavling.

5.

Biaya pendaftaran menjadi anggota tidak terlalu mahal, masuk akal dan imbalannya adalah Starter Kit yang senilai. Biaya pendaftaran tidak dimaksudkan untuk memaksakan pembelian produk dan bukan untuk mencari untung dari biaya pendaftaran

Biaya pendaftaran anggota sangat tinggi, biasanya disertai dengan produk-produk yang jika dihitung harganya menjadi sangat mahal (tidak sesuai dengan produk sejenis yang ada di pasaran). Jika seorang anggota lebih banyak merekrut orang lain, maka barulah ybs mendapatkan keuntungan, dengan kata lain keuntungan didapat dengan merekrut lebih banyak anggota, bukan dengan penjualan yang lebih banyak.

6.

Keuntungan yang didapat Mitra Usaha dihitung berdasarkan hasil penjualan dari setiap anggota jaringannya

Keuntungan yang didapat anggota dihitung berdasarkan sistem rekruting sampai terbentuk format tertentu.

7.

Jumlah orang yang direkrut anggota tidak dibatasi, tetapi dianjurkan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing.

Jumlah anggota yang direkrut dibatasi. Jika ingin merekrut lebih banyak lagi, ybs harus menjadi anggota (membeli kavling) lagi.

8.

Setiap Mitra Usaha sangat tidak dianjurkan bahkan dilarang menumpuk barang (Inventory Loading) karena di dalam jualan langsung yang terpenting adalah produk yang dibeli bisa dipakai dan dirasakan khasiat/kegunaannya oleh konsumen

Setiap anggota dianjurkan untuk menjadi anggota berkali-kali dimana setiap kali menjadi anggota harus membeli produk dengan harga yang tidak masuk akal. Hal ini menyebabkan banyak sekali anggota yang menimbun barang dan tidak dipakai.

9.

Program pembinaan Mitra Usaha sangat diperlukan agar didapat anggota yang berkualitas tinggi.

Tidak ada program pembinaan apapun juga, karena yang diperlukan hanya rekruting saja.

10.

Pelatihan produk menjadi hal yang sangat penting, karena produk harus dijual sampai ke tangan konsumen.

Tidak ada pelatihan produk, sebab komoditas hanyalah rekrut keanggotaan. Produk dalam sistem ini hanyalah suatu kedok saja.

11.

Setiap up line sangat berkepentingan dengan meningkatnya kualitas dari para downlinenya, kesuksesan seorang Mitra Usaha dapat terjadi jika downlinenya sukses. Keberhasilan upline ikut ditentukan dari keberhasilan down line.

Para up line hanya mementingkan rekruting orang baru saja. Apakah downline berhasil atau tidak, bukanlah merupakan perhatian dari upline

12.

Merupakan salah satu peluang berusaha yang baik dimana setiap Mitra Usaha harus terus melakukan pembinaannya untuk jaringannya. Tidak bisa hanya menunggu

Bukan merupakan suatu peluang usaha, karena yang dilakukan lebih menyerupai untung-untungan , dimana yang perlu dilakukan hanyalah ‘membeli kavling’ dan selanjutnya hanyalah menunggu

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Anti-Spam Quiz: