lazada

Penipuan TVI Express

p_penipuan_tvi_express
TVI Express dari Inggris sekilas merupakan perusahaan travel biasa yang menawarkan berbagai kemudahan dan paket menginap di berbagai hotel dunia. Akan tetapi TVI Express, dalam pelaksanaannya menjadi suatu skema pyramid yang dituduh pula suatu bisnis money game. Skema pramid (disebut juga phonzi) merupakan bisnis yang menyerupai MLM tetapi tidak menjual produk. Member hanya menyetor uang, demikian juga downline atau member berikutnya. Pembayaran bonus diperoleh bukan dari hasil investasi, melainkan hanya dari uang nasabah atau member sebelumnya.
Dengan semakin kritisnya pemerintah di negara-negara maju yang melarang money game atau tipuan pyramid, perusahaan pun menjalankan usaha ini dengan menyertakan produk atau jasa sehingga sekilas terlihat legal dan bukan pyramid. Akan tetapi dalam pelaksanaannya, produk atau jasa yang ditawarkan, tidaklah menjadi pertimbangan untuk menjadi member. Orang berbondong-bondong mendaftar dan menyetor duit karena janji-janji keuntungan besar dan cepat, bukan untuk membeli produk.
Kasus inilah yang terjadi dengan TVI Express di banyak negara, termasuk Indonesia. Calon nasabah mendaftar bukan untuk membeli paket menginap di hotel. Di awal-awal bisnis, pembayaran bonus nasabah masih lancar karena memang biasanya nasabah yang mendaftar juga banyak, sehingga tersedia dana yang memadai. Akan tetapi, sebagaimana bisnis pyramid yang memang tidak memiliki usaha investasi untuk meningkatkan nilai uang investor, lama-kelamaan uang menipis karena pendaftaran nasabah semakin berkurang, sementara bonus yang mesti dibayar semakin besar. Tidak heran jika masalah pun muncul dimana-mana. Pembayaran kepada nasabah berhenti. Si pelaku tetap menikmati keuntungan, sementara member gigit jari.
Bisa saja TVI Express mengklaim diri sebagai usaha yang legal dan bukan pyramid. Tetapi dalam pelaksanaannya di lapangan, para member mempraktekkan pyramid scheme yang telah terbukti merugikan banyak orang.
Tipuan bisnis piramida bisa menimpa siapa saja. Nasabahnya pun bukan hanya orang desa tetapi juga orang kota serta orang berpendidikan. Bahkan para petinggi agama pun terlibat di dalamnya dan mengajak para jemaat untuk berinvestasi. Bahkan di Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10, Makassar, pernah berdiri sebuah billboard raksasa milik seorang leader TVI Express. Tidak tanggung-tanggung. Leader tersebut bergelar Professor dan merupakan pengajar di universitas ternama Makassar. Ketika nasabah TVI Express mulai rebut di Indonesia, billboard pun berguguran. Sumpah serapah terdengar di mana-mana.
Apalagi pemilik bisnis MLM TVI Express di Indonesia sudah berhasil ditahan oleh kepolisian beberapa waktu lalu. Tersangka di­duga melaku­kan penipuan dalam bisnis multilevel marketing (MLM) TVI Express, de­ngan jumlah ang­gota 140 orang le­bih yang menga­kibatkan warga tertipu miliaran rupiah.
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Anti-Spam Quiz: