lazada

Memahami Bisnis MLM

p_memahami_bisnis_mlm

Anda mempunyai minat untuk memulai sebuah bisnis tetapi belum memiliki ide tentang jenis usaha apa yang ingin digeluti? Sebenarnya anda tidak perlu terlalu bingung, mengapa? Karena pada dasarnya setiap jenis bisnis bisa menghasilkan keuntungan berlimpah, tentu saja asal anda tahu aturan main dan strategi bisnis yang terbaik untuk meraih laba sebesar mungkin. Kadangkala, banyak orang menganggap miring suatu jenis bisnis, karena mereka pikir tidak masuk akal atau sulit dikerjakan. Salah satu yang dianggap oleh kebanyakan orang sebagai “bisnis kontroversial” adalah MLM. Mungkin mereka masih bingung kok bisa dapat pemasukan yang kontinyu melalui sistem tersebut. Sebenarnya, bila sudah mengetahui cara kerja jenis bisnis tersebut tidak terlalu sulit untuk menerka bagaimana meraup untung dari usah jenis MLM. Oleh karena itu, anda mungkin perlu mengenal lebih dalam sistem mlm lebih baik, jika memiliki ketertarikan pada bisnis tersebut tetapi belum terlalu mamahaminya.

Pada dasarnya, tujuan utama sebuah bisnis mlm adalah untuk membangun jaringan. Semakin luas jaringannya, dengan kata lain semakin banyak anggota baru yang masuk dalam jaringan tersebut dan semakin banyak pula penjualan/omzet group, maka keuntungan dalam bentuk pasif income yang diterima lebih banyak, lalu anggota yang selanjutnya masuk dan begitu seterusnya. Sistem ini disebut sistem multilevel mengacu pada bentuk jaringan tersebut. Seorang yang masuk menjadi anggota jaringan tersebut akan menjadi downline bagi pendahulunya (sebut saja upline). Tugas anggota baru tersebut selanjutnya adalah menjari downlinenya sendiri. Setelah ia memperolah beberapa downline maka peringkatnya akan naik, begitu juga peringkat uplinenya. Peringkat downlinenyapun akan naik kalau memperoleh downline baru, begitu juga peringkatnya dan uplinenya, dan begitu seterusnya. Setelah mencapai peringkat tertentu maka ia akan memperoleh pasif income dari perusahaan. Pasif income tersebut akan terus meningkat seiring dengan peningkatan peringkatnya dan semakin banyaknya anggota baru yang menjadi downlinenya. Seringkali perusahaan MLM menjanjikan bonus-bonus menarik, seperti mobil atau jalan-jalan keluar negeri untuk anggota yang sudah meraih peringkat tinggi.

Untuk menjadi anggota baru MLM tersebut orang perlu membayar sejumlah uang, semisal Rp 80.000,00, untuk keanggotaan yang berlaku seumur hidup. Tentu saja agar peringkat seorang anggota MLM tidak serta merta terdongkrak dengan masuknya anggota baru yang menjadi downlinenya. Anggota baru tersebut perlu membeli beberapa produk dari perusahaan MLM tersebut. Setelah memiliki beberapa downline yang membeli produk perusahaan tadi barulah tingkatnya naik. Begitu seterusnya kalau sang downline ingin naik peringkatnya maka ia perlu downline lainnya yang membeli produk perusahaan MLM tempat ia masuk. Sebagai tambahan produk perusahaan MLM hanya bisa dibeli oleh anggotanya saja.

Meski ada anggapan miring kalau sistem ini hanya memanjakan upline sedang downline harus bekerja keras, tentu saja tidak seperti itu kenyataannya. Perlu dicatat bahwa anggota baru membayar untuk membeli produk bukan hanya sekedar “sedekah” bagi uplinenya. Selain itu upline masih terlibat langsung pada jaringannya kalau ia mau sukses. Seorang upline tentu harus mensuport downlinenya untuk memperoleh downline baru, jadi semua orang masih bekerja sama dalam jaringan tersebut. Mana mungkin downline mau bekerja kalau uplinenya lepas tangan begitu saja?.

Sukses di MLM salah satu kuncinya adalah kerjasama, dengan membangun komunikasi yang baik antar member dalam sebuah group,  saling support antar member, memberikan informasi yang lengkap, bukan hanya sekedar menjual sebuah mimpi, yang pada akhirnya team anda akan menjadi solid untuk menuju puncak kesuksesan.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Anti-Spam Quiz: